7 Jurus Jago Public Speaker dalam Musabaqah Makalah Al-Qur'an MMQ / LKTA / MKTIA

7 Jurus Jago Public Speaker dalam Musabaqah Makalah Al-Qur'an - Menjadi seorang Public Speaker atau pembicara hebat dalam Musabaqah Makalah Al-Qur’an (M2Q) tidaklah mudah. Menjadi seorang pembicara hebat pada dasarnya harus memiliki kompetensi dan kapabilitas yang tinggi. Selain daripada itu, seorang pembicara juga hendaknya memiliki wawasan yang luas. Akan tetapi, hal itu bukanlah segalanya, jika ada kemuan pasti ada jalan.  Menjadi seorang pembicara yang hebat tentunya memiliki langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menjadi “The Real Public Speaker of Musabaqah Makalah Al-Qur’an”. Berikut akan penulis paparkan secara apik dan menarik 7 (tujuh) Jurus Terdahsyat Menjadi Public Speaker yang sukses.

7 Jurus Jago Public Speaker dalam Musabaqah Makalah Al-Qur'an
7 Jurus Jago Public Speaker dalam Musabaqah Makalah Al-Qur'an


1. Pembukaan yang memikat (Ice Breaker)

Untuk mendapatkan penilaian yang baik dihadapan para audiens atau dewan hakim/ juri selayaknya kita menampilkan kalimat pembuka yang dapat memikat hati para audiens atau dewan hakim. Sehingga, ketika mereka telah terpikat dan tergoda dengan kesan pertama yang kita sajikan dengan kata manis dan indah, mereka akan secara sadar tersentak dan kagum bahkan terhipnotis dengan apa yang kita katakan.

2. Menciptakan Teknik VIJAT (Volume, Intonasi, Jeda, Artikulasi, dan Tempo)

Ketika berbicara di depan umum, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mengatur teknik berbicara sesuai dengan nada dan volume yang memiliki amplitude yang tepat, mampu memberikan intonasi yang baik ketika berbicara, mengatur jeda dari kata atau kalimat menuju kalimat berikutnya serta memberikan artikulasi yang menarik dan tempo yang beraturan. Ketika berbicara tidak terkesan cepat dan tidak juga terkesan lambat, sehingga pesan dari pembicaraan tersebut dapat segera tersampaikan kepada para pendengar.
                                                                                                               

3. Be focus and  eyes contact (memfokuskan pandangan)

Pada saat berbicara, pembicara hendaknya memusatkan pandangan tidak hanya pada satu titik tetapi juga mampu menguasai medan yang ada di sekitar kita. Dengan menguasai situasi dan kondisi yang ada, maka kita secara otomatis telah memberikan sugesti yang baik bagi para pendengar. Sehingga, tujuan yang ingin kita sampaikan akan segera tersalurkan sesuai dengan harapan para audiens.

4. Memahami Pentingnya Jembatan Tema

Ketika membuat suatu statmen pembahasan, perlu bagi seorang pembicara menguasai jembatan tema yang akan disampaikan. Dengan penguasaaan jembatan tema yang baik maka kita akan lebih mudah untuk menyampaikan topik yang akan kita utarakan di depan publik. Pemahaman jembatan tema ini juga merupakan penentu untuk dapat membuat semua orang yang hadir terkesima dan tertarik dengan topik yang kita hidangkan dihadapan para pendengar yang hadir.

5. Menguasai teknik promosi tema

Setelah memahami jembatan tema, maka yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana teknik mempromosikan tema yang akan kita sajikan kepada para audiens. Promosi juga salah satu penentu sukses atau tidaknya tujuan yang ingin kita sampaikan dalam pembahasan atau topik yang disajikan. Supaya membuat peserta tertarik dengan tema yang kita hidangkan, maka perlu adanya promosi yang penuh kreatifitas untuk dapat memberikan kesan yang bermakna di hati para pendengar. Sehingga, para pengengar bisa lebih yakin tentang tema yang sedang kita bahas.

6. Rekayasa isi yang mempesona

Satu hal yang akan lebih menarik ketika kita bisa merekayasa isi yang mempesona, sehingga isi yang kita sampaikan tidak kaku. Dengan gaya bahasa yang apik dan menarik di dalam isi bahasan yang akan kita sampaikan maka itu dapat menjadi nilai plus. Rekayasa isi ini juga sebagai cara untuk dapat menarik hati para pendengar untuk dapat lebih jauh masuk dalam nuansa irama yang kita sampaikan kepada para pendengar.

7. Memberikan penutup yang berkesan

Setelah melakukan pembicaraan yang begitu panjang. Maka yang terakhir harus dilakukan oleh seorang speaker (pembicara) adalah memberikan penutup yang berkesan. Dengan penutup yang berkesan, hal ini dapat membuat para pendengar akan tetap ingat dengan apa yang kita sampaikan. Sehingga, di mana pun ia berada, ia akan dapat menerapkan apa yang telah kita sampaikan. Sehingga, hasil pembicaraan kita bisa menjadi manfaat bagi semua orang. Bisa juga divariasikan dengan bahasa daerah.

Berikut adalah contoh presentasi dalam perlombaan makalah ilmiah al quran mahasiswa:



Baca juga: Kiat-kiat Jago Menulis Karya Tulis Ilmiah Alquran MMQ

Semoga 7 Jurus Jago Public Speaker dalam Musabaqah Makalah Al-Qur'an ini bisa memberikan manfaat bagi Anda yang ingin jago dan andal dalam Public Speaker of Musabaqah Makalah Al-qur'an. Jangan ragu untuk share jika bermanfaat :)

0 Response to "7 Jurus Jago Public Speaker dalam Musabaqah Makalah Al-Qur'an MMQ / LKTA / MKTIA"

Post a Comment

Jadilah pembaca cerdas dengan memberikan komentar relevan dengan artikel. Terima kasih !