Cara Mudah Mengetahui Potensi Unggul Anak Zaman Now Sejak Dini

Cara Mudah Mengetahui Potensi Unggul Anak Sejak Dini. Siapa sih orangtua yang tidak ingin memiliki anak zaman now yang pintar, cerdas, dan unggul. Pastilah jikalau ditanya kepada seluruh orangtua di dunia ini jelas menginginkan anak yang smart dan berprestasi hebat. Anak merupakan anugerah terindah dari Tuhan yang mana kita sebagai orangtua harus menjaganya dan mendidiknya dengan baik dan benar. Setiap anak yang terlahir ke dunia ini membawa kecerdasan masing-masing. Dan kecerdasan anak ini jika tidak diarahkan secara baik dan benar, maka dapat berakibat buruk bagi diri anak itu sendiri yang berdampak pula pada orangtuanya.



Oleh karena itu, sebagai orangtua hendaknya mengetahui apa potensi unggul anak sehingga anak dapat hidup dalam potensi unggulnya masing-masing dan bahagia dalam kehidupannya. Sebenarnya untuk mengetahui potensi anak amatlah mudah jika Anda tahu ilmunya. Akan tetapi, Anda jangan berkecil hati, dalam tulisan sederhana ini saya akan mengupas tuntas Cara Mudah Mengetahui Potensi Unggul Anak Sejak Dini.



Tips Mengetahui Potensi Unggul Anak Sejak Dini:

1. Memetakan Potensi Unggul Anak

Seberapa pentingkah pemetaan potensi unggul anak?  Dan buat apa memetakan potensi unggul anak? Hal ini menjadi pekerjaan para orangtua. Jelasnya pemetaan potensi unggul anak amatlah penting. Sebab, jika tidak, maka Anda tidak akan pernah tahu apa bakat dan minat anak Anda. Anak memiliki bakat dan minat yang berbeda, meskipun mereka saudara kembar, bakat dan minatnya pastilah berbeda. Oleh karena itu, pemetaan potensi unggul anak amatlah diperlukan guna mengetahui apa saja potensi unggul anak yang dapat Anda kembangkan. Pengembangan potensi anak tidak dapat berjalan dengan baik jikalau Anda tidak pernah membangunkan potensi anak Anda. Maka dari itu, bangunkan potensi unggul anak Anda dan kenali potensi apa yang anak Anda minati. Misalnya, anak Anda suka bergerak (kinestetik) berarti anak Anda memiliki kecerdasan kinerstetik. Contohnya suka bermain bola, badminton, dan olahraga lainnya yang menguji ketangkasan fisiknya.

2. Jadilah Role Model Bagi Anak

Role Model adalah panutan atau sama artinya dengan teladan. Yaitu suatu yang patut ditiru atau baik untuk dicontoh (tentang melakukan perbuatan, sifat, dan sebagainya). Peniruan ini biasanya lebih cepat dilakukan oleh anak. Misalnya ketika anak melihat orangtuanya merok0k sudah barang tentu nantinya anak akan menirukan hal yang sama seperti yang pernah dilakukan oleh orangtuanya. Dan ketika seorang anak melihat orangtuanya sering shalat maka secara otomatis anak akan sering mengikuti gerakan shalat sang ayah. Hal ini merupakan hukum alam (sunatullah). Pada dasarnya anak merupakan peniru yang baik. Ketika ia melihat sesuatu perbuatan baik ucapan maupun kelakuan yang baik ia akan menirukannya. Begitu juga sebaliknya jika ia melihat ucapan dan perbuatan buruk maka ia akan cepat mengikutinya. Jadi, bagi orangtua hal seperti ini hendaknya menjadi perhatian serius bagi para orangtua. Sebagai mana kata salah seorang Filosof China Confusius, ia berkata, "I hear I forget, I see I remeber, I do I understand". Artinya saya mendengar saya lupa, saya melihat saya ingat, saya melakukan saya paham. Oleh karena itu, jika Anda ingin anak Anda menjadi baik maka bagi para orangtua jagalah ucapan dan perbuatan Anda di mata anak-anak Anda.


3. Pahami Dunia Anak


Orangtua pada umumnya kurang paham apa yang diinginkan oleh  anak. Orangtua seharusnya mengetahui apa sih yang dinginkan oleh anak. Pemahaman terhadap perkembangan dunia anak amatlah penting. Sebab, ketika orangtua tidak memahami apalagi tidak mengetahui dunia anak maka anak akan mengalami perkembangan yang bersifat statis bukan dinamis. Dunia anak adalah taman bermain. Mayoritas orangtua lebih mengekang anak atas dasar sayang. Misalnya ketika anak sedang memanjat atau sedang bermain pastilah orangtua akan melarang anaknya dengan kata "jangan". Contohnya: Jangan nak, nanti jatuh! Kalimat ini telah menjadi azimat bagi para ibu. Padahal, kata-kata seperti ini tidak baik untuk perkembangan anak. Kreativitas anak seakan dikungkung menjadikan anak sulit berkembang. Catatan untuk orangtua, lepas dan biarkan anak Anda bermain, karena pada usia 1-7 tahun adalah proses perkembangan anak, dan orangtua hendaknya mengawasi setiap gerakan anak suapaya lebih memahami tentang dunia anak dan ke mana arah potensi unggul anak Anda.

4. Berikan Sugesti Positif Pada Anak

Memberikan sugesti pada anak amatlah penting, karena ketika orangtua sering mengalirkan energi positif pada anak, maka anak akan selalu bersikap positif dalam hidup dan kehidupannya kelak. Dalam pemberian sugesti positif pada anak melalui bisikan-bisikan lembut, biasanya orangtua masih banyak yang belum memahami. Padahal, sugesti positif ini sangat berperan penting terhadap terciptanya anak yang cerdas dan berkualitas. Sugesti positif ini tidak sembarangan pemberiannya. Ada masa-masa di mana anak mampu secara mental siap untuk menerima sugesti positif dari Anda para orangtua. Biasanya pemberian sugesti positif itu ada beberapa fase. Fase ini sering disebut gelombang otak. Fase-fasenya diantaranya: Gelombang Beta (12-25 cps), pada kondisi beta seorang berada pada kesadaran penuh (kritis). Gelombang Alfa (7-12 cps), pada kondisi alfa seseorang berada pada masa rileks dan mudah menerima masukan. Gelombang Theta (4-7 cps), pada  kondisi theta seseorang berada pada kondisi sangat rileks antara sadar dan tidur lelap, kondisi ini diyakini sangat tepat untuk memberikan sugesti pada anak melalui bisikan energi positif. dan Gelombang Delta (0,5-4 pcs), pada kondisi delta seseorang telah berada pada kondisi tertidur pulas tanpa mimpi.

5. Berikan Pemahaman Pada Anak Dengan Kisah dan Visualisasi

Tahapan terakhir yang perlu orangtua lakukan pada anak-anaknya adalah memberikan pemahaman pada anak melalui kisah (cerita) dan visualisasi (dalam bentuk gambar; film, video, dan lainya). Hal ini menjadi penting karena pada tahapan ini biasanya anak lebih cenderung bersifat aktif. Dan keaktifan anak ini jika tidak diarahkan akan berusaha mencari tahu hal-hal yang baru ia dapatkan. Misalnya, merasa penasaran ia mencoba-coba sesuatu yang buruk. Ketika orangtua acuh tak acuh terhadap anaknya, bisa jadi anak Anda sudah mampu melihat sesuatu yang buruk ketika usianya belum cukup (dewasa sebelum waktunya). Jika kita lihat realita sekarang ini banyak anak kita yang sudah dewasa sebelum waktunya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Tidak lain dan tidak bukan permasalahannya adalah kurangnya pengawasan orangtua terhadap anak-anaknya sehingga anak lebih liar. Maka dari itu, tugas orangtua itu amatlah berat jika Anda tidak mengarahkan anak Anda sejak dini. Namun, ketika Anda mampu mengarahkan anak Anda maka untuk mengaturnya pastilah akan lebih mudah.


Itulah penjelasan sederhana yang bisa kami hadirkan untuk Anda para orangtua yang hebat. Semoga tulisan Cara Mudah Mengetahui Potensi Unggul Anak Sejak Dini ini dapat bermanfaat dan bisa menjadi rujukan atau referensi Anda dalam menciptakan anak bangsa yang cerdas dan berkualitas hebat. Dan Anda dapat membangunkan dan mengembangkan potensi unggul Anda demi masa depan yang lebih cerah nan indah.

1 Response to "Cara Mudah Mengetahui Potensi Unggul Anak Zaman Now Sejak Dini"

  1. setuju, emang sejak dini potensi bayi harus sudah diketahui, biar langsung fokus ke bakat dan minatnyaa anak

    ReplyDelete

Jadilah pembaca cerdas dengan memberikan komentar relevan dengan artikel. Terima kasih !