8 Tips Memilih Jurusan Kuliah Agar Tidak Salah Jurusan - PAGUNPOST -->

8 Tips Memilih Jurusan Kuliah Agar Tidak Salah Jurusan

Tuhanmu lebih mengetahui tentang dirimu (QS. Al-Isra' : 54)

Mengutip tulisan Kurniawan Gunadi, bahwa saat berhadapan dengan pilihan, sebenarnya tidak bisa mengambil keputusan yang benar

Dengan kata lain, sebenarnya semua keputusan yang diambil itu "salah". 

Kemudian, peluang untuk menjadikan keputusan itu BENAR tergantung dengan cara kita MENJALANI keputusan yang sudah diambil tersebut.

Menjalani konsekuensi dengan berkomitmen atas keputusan yang telah diambil dan tidak mengeluh kenapa tidak mengambil keputusan lain. 

Karena sadarlah bahwa semua keputusan pasti ada risikonya. 

Meski sudah mengambil keputusan yang kita anggap paling benar pun juga ada risiko dan tidak akan jaminan akan berjalan sesuai ekspektasimu


Sehingga, sejatinya keputusan yang kita ambil selalu salah.

Hanya orang yang berani berkomitmen dan bersedia menanggung risiko yang dapat mengubah keputusan yang salah itu menjadi sesuai yang benar DALAM dirinya.
 
Itu sebabnya terkadang orang yang dulunya sudah merencanakan matang masuk jurusan tertentu tapi pas di tengah-tengah kuliah merasa tidak cocok. 

Begitupun dengan orang yang awalnya merasa tidak nyaman tapi tetap bertahan dan berkomitmen hingga akhirnya bisa lulus.

Disini saya tidak menghakimi bahwa salah jurusan atau ganti jurusan baik/buruk. 

Namun lebih kepada bagaimana kita mampu berkomitmen dan menanggung risiko atas keputusan yang sudah diambil. Memilih ganti jurusan juga sah sah aja asalkan berkomitmen dan bersedia menanggung risiko.

Di artikel ini mungkin saya lebih pada agar tahap awal merencakan kuliahnya peluang mengambil keputusan yang benar itu lebih kuat.

#1. Sesuai dengan Passion

Apakah Anda termasuk orang yang selama ini pusing memikirkan passing grade yang tiap bimbel beda-beda? Sekarang, lupakan itu. Perlu diketahui jika passing grade hanyalah buatan pihak bimbel dan bukan resmi dari pihak kampus. Passing grade kemungkinan hanya sebatas membantu mengurutkan pilihan 1,2,3 jika memang galau ada meletakan pilihan jurusan yang sama-sama bagus. 

Yang paling utama sebenarnya adalah apakah jurusan yang kamu pilih itu sudah sesuai dengan passionmu? Ya, jurusan itulah yang bakal kamu pelajari dalam empat tahun ke depan. Pilih jurusan yang membuatmu rela belajar mati-matian sekalipun tanpa bayar. Orang sukses nggak harus jadi dokter, kan? Jadi, singkirkan gengsi tentang jurusan favorit dulu. Memang tidak salah memilih jurusan favorit. Asalkan sudah sesuai dengan minat, bakat dan kemampuan maka ambil saja jurusan tersebut. 

Pilih prodi (program studi) yang memang ada rohmu di sana. Kamu bakal nyaman belajar dan berproses di jurusan itu. Biarkan orang lain berkata apa yang penting kamu nikmati jurusan itu dengan enjoy dan siap berproses di jurusan tersebut.

Kalau boleh juga perlu untuk mencari jurusan kuliah paling menjanjikan di masa depan. dan yang bisa bermanfaat.


#2. Lihat Akreditasi Jurusan dan Kampusnya

Tidak munafik jika akreditasi juga berperan penting saat melamar pekerjaan. Meski tidak berpengaruh signifikan, terkadang MASIH ADA perusahaan juga mempertimbangkan akreditasi jurusan dan kampusmu nanti. Setidaknya pilih jurusan dan kampus yang sudah terakreditasi A oleh BAN-PT. Syukur-syukur jika sudah terakreditasi internasional justru lebih bagus lagi.


#3. Lihat Fasilitas Kampus

Kampus Swasta belum tentu jelek karena ada kampus Swasta yang telah terakreditasi A dan punya fasilitas yang bagus. Terkadang kampus swasta identik dengan biaya kuliah "mahal" karena sistemnya beda dengan PTN yang menerapkan UKT.

Melihat fasilitas kampus ini berkaitan dengan faktor penunjang perkuliahan. Misalnya, kamu mau ambil Fakultas Kedokteran maka cek dulu apakah kampus yang kamu tuju sudah memiliki fasilitas yang lengkap seperti rumah sakit, ruang praktek, dan lain sebagainya. Atau jika ambil Jurusan Ilmu Komunikasi apakah kampus tersebut sudah dilengkapi dengan studio tv, lab broadcasting, fotografi, desain grafis dan radio. Kalian bisa tanya-tanya ke kakak tingkat yang sudah berkuliah di sana.


#4. Lihat Prospek Kerja

Tidak dapat dipungkiri jika setelah kuliah kita akan memilih bekerja. Beberapa orang bekerja sesuai dengan bidang kuliah tetapi juga tidak sedikit orang bekerja di bidang yang berbeda dengan jurusan kuliah.

Meski begitu, sebaiknya memang cari tahu prospek kerja sesungguhnya jurusan yang kamu dahulu. Jangan berasumsi terlalu jauh dahulu karena persaingan ke depan semakin ketat. Dan banyak pekerjaan yang menuntut berhubungan dengan jurusan kuliah.

Jika memang nanti bisa bekerja di luar bidang kuliah ya itu rejeki dan itu kejadian di masa depan yang bisa saja iya atau tidak. sehingga sekarang sebaiknya dari awal cari tahu prospek kerja yang sejalan dengan jurusan. Agak sulit jika kamu masuk jurusan Sastra Indonesia tapi pengen jadi Pilot. Terlihat mustahil;)


#5. Cari Tau Apa Yang Akan Dipelajari Pas Kuliah

Anda harus sering mencari informasi tetang hal-hal atau mata kuliah jurusan yang akan kamu ambil. Misalnya: jurusan ilmu komunikasi belajar apa sih? tugasnya apa saja? trus ada praktik kuliah lapangan atau tidak? dan sebagainya.

Meski jurusannya sama tapi jika beda universitas biasanya akan agak sedikit beda mata kuliahnya dan tugasnya. Setiap universitas punya aturan atau kurikulum yang diterapkan. Sehingga sebaiknya tanya jurusan di kampus yang sesuai kamu incar pada kakak kelas yang sudah berkuliah di kampus tersebut.


6. Lihat Prestasi Mahasiswa

Setelah melihat akreditasi dan fasilitasnya, maka kamu juga bisa lihat prestasi mahasiswanya. Prestasi mahasiswa itu bisa mencerminkan gimana kualitas perkuliahan yang dihadirkan. Kamu juga bisa tanya dengan mahasiswa kampus yang akan kamu incar untuk tahu seluk beluknya. Jangan malu berkenalan dengan kakak tingkat untuk menambah relasi. 

#7. Jangan Asal Menaruh Pilihan Ketiga

"Di sini ada yang diterima di pilihan ketiga nggak? padahal tidak minat dengan piihan itu" .

Biasanya ketika SNMPTN atau SBMPTN/UM PTKIN kita diberikan kebebasan untuk memilih 3 jurusan/prodi. Nah, terkadang kita bingung cara mengurutkan prodi tersebut. Bahkan ada yang ngasal milih jurusan 2 dan 3. Padahal, ada kemungkinan kita diterima di pilihan dua dan tiga lho. 

Oleh karena itu, pastikan 3 jurusan yang dipilih memang sudah SIAP DIAMBIL. Jangan sampai sudah diterima misalkan di pilihan ke tiga tapi nggak jadi diambil hanya gara-gara tidak suka. Kalau tidak suka mending tidak perlu dipilih.



#8. Berdiskusi dengan Orang Tua

Banyak sekali yang mengeluh: "Saya diterima jurusan X, tapi sama ortu nggak boleh atau nggak setuju? '

Ajak orang tuamu untuk berdiskusi seputar pilihan jurusan/prodi yang akan kamu ambil. Sebelum mendaftar, pastikan mereka setuju dengan pilihan yang kamu ambil. Sebelum diskusi, pastikan kamu sudah punya bekal seperti prospek kerja jurusan itu dan bagaimana kuliahnya nanti. Hal itu penting agar orang tua punya gambaran tentang masa depan anaknya. Pada akhirnya, jika mereka merestui pasti kamu akan didoakan agar lolos di jurusan tersebut.

Satu lagi, berdoa kepada Allah agar diberikan jurusan yang terbaik yang bisa bermanfaat dan berkah.

Semoga anda menemumukan, memilih dan memperjuangkan jurusan TERBAIK versi Anda.

Tips Memilih SNMPTN 2020

Buat yang lulus pemeringkatan PDSS SNMPTN, bisa memilih jurusan dan kampus yang diinginkan. Mungkin Anda masih bingung mau memilih prodi/jurusan apa dan kampus di mana. Masih pusing memikirkan passing grade, nilai rata-rata, atau tanya ke guru BK untuk konsultasi jurusan. Nah, sebenarnya ada dua opsi atau kemungkinan yang akan terjadi saat kamu memilih jurusan SNMPTN:

#1) Memperjuangkan Jurusan yang kamu impikan
Ambil prodi yang benar-benar kamu minati dan sudah mendapat restu orang tua. Pilih kampus yang bagus sekalian, bila perlu abaikan arahan dari guru BK yang bilang "terlalu tinggi, nggak ada alumni di sana, persaingannya ketat, nilai raportnya bagus, beda wilayah dan lain sebagainya". Abaikan itu semua jika kamu niat banget pesen ke universitas tersebut. Pastikan jika sudah yakin. 

Keuntungannya jika kamu memilih prodi yang kamu minati dan bagus adalah jika diterima itu berarti menjadi rejeki nomplok bagimu karena jurusan/PTN yang kamu pilih bener-bener sesuai denganmu dan kuliah jadi makin semangat karena dapat kampus yang bagus pula. Ya opsi ini semacam uji coba berhadiah begitu. 

Kekurangan adalah bisa jadi tidak lulus SNMPTN gara-gara "kurang sadar diri". Optimis perlu namun harus realistis. Tenang saja, SNMPTN bukan akhir dari segalanya. Masih ada jalur lain yang terbuka. Ingat juga jika SNMPTN ini kesempatan sekali seumur hidup.

-- atau ---

#2) Yang penting Lulus SNMPTN
Saat kamu berkonsultasi ke Guru BK biasanya mendapatkan saran untuk mendaftar jurusan apa dan di kampus apa, misalnya di jurusan Y dan PTN Y karena menurut guru BK nilaimu cocoknya di sana. Peluang lulusmu lebih besar di sana. Guru BK kadang juga bilang jangan di Univ X karena katanya ketinggian atau saingannya ketat. Saran Guru BK biasanya mengacu pada pengalaman kakak tingkat sebelumnya sehingga memberikan opsi yang paling realistis untuk kamu lulus meskipun bisa jadi nilamu lebih bagus dari tahun sebelumnya. Bisa jadi juga kamu kurang pas dengan jurusan dan kampus yang disarankan guru BK.

Keuntungan jika ikut nurut saran guru BK adalah peluang diterima SNMPTN tinggi (karena kadang jurusan yang disarankan agak sepi peminat dan biasanya sudah ada alumni).

Kekurangannya yaitu jika saran guru BK terlalu kamu turuti sedangkan hati nuranimu masih kurang nyaman dan cocok, padahal sudah lulus, maka bisa membuat mood kuliahmu menurun. Meskipun demikian, semangat untuk berkuliah bisa diusahakan, lho. Jangan menjadikan guru BK alasan atas kemalasanmu. Guru BK hanya memberikan saran, selebihnya kamu yang menentukan. Rasa tidak nyaman berkuliah juga belum tentu salah jurusan. Bisa jadi kamunya aja yang kurang bisa beradaptasi dengan dunia kampus atau culture shock dengan dunia perkuliahan. Sekali lagi, pertimbangkan matang-matang kembali sebelum memilih jurusan. 

Catat juga ya!
Perlu diingat jika sudah lulus SNMPTN otomatis tidak boleh ikut SBMPTN. Jadi, semisal kamu ternyata tidak mengambil SNMPTN maka tidak hanya berdampak ke adik kelas/sekolah tetapi juga tidak bisa ikut SBMPTN. Silahkan ikut jalur selain SBMPTN, seperti jalur UM PTKIN dan Ujian Mandiri.

Baca juga: Jurusan UM PTKIN

Memperjuangkan jurusan yang relatif lebih tinggi (bisa jadi ditolak)

atau 

cari aman (yang penting peluang lulus tinggi)?

Pertimbangkan keputusan dengan matang. 

***

Sekian informasi tentang tips memilih jurusan kuliah versi saya. Mau diikuti atau tidak, itu terserah kalian karena risiko ditanggung sendiri. Jika artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk share ke teman-teman kalian. Terima kasih~

"Man Jadda WaJada”

0 Response to "8 Tips Memilih Jurusan Kuliah Agar Tidak Salah Jurusan"

Posting Komentar

Jika ada pertanyaan/masukan, silakan tulis di kolom komentar.
Klik centang "beri tahu saya" untuk mendapatkan notifikasi balasan.
Terima kasih!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel