Apa itu PKTIN? Bagaimana Ranking Webometrics PTKIN 2019?

Seiring dengan masifnya penggunaan istilah "PTKIN", mungkin masih ada yang belum mengetahui kepanjangan dari PTKIN. Barangkali kamu lebih familiar dengan istilah PTN (Perguruan Tinggi Negeri) ketimbang PTKIN.

Apa itu PTKIN? 

PTKIN adalah akronim dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri yakni STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri), IAIN (Institut Agama Islam Negeri) dan UIN (Universitas Islam Negeri). Sekarang ini PTKIN sudah menyebar diberbagai wilayah di Indonesia. 
Tak kurang dari 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri tersebar dari Sabang hingga Merauke. Terdiri dari:
  • 17 UIN (Universitas Islam Negeri) meliputi UIN Sumatera Utara Medan, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Imam Bonjol Padang, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Raden Intan Bandar Lampung, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Walisongo Semarang, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Mataram, dan UIN Alauddin Makasar.
  • 34 IAIN (Institut Agama Islam Negeri) meliputi IAIN Malikussaleh Lhokseumawe, IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, IAIN Padangsidimpuan, IAIN Batusangkar, IAIN Bukittinggi, IAIN Kerinci Jambi, IAIN Curup, IAIN Bengkulu, IAIN Metro, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, IAIN Syekh Nurjati Cirebon, IAIN Pontianak, IAIN Pekalongan, IAIN Surakarta, IAIN Purwokerto, IAIN Salatiga, IAIN Kudus, IAIN Jember, IAIN Madura, IAIN Kediri, IAIN Tulungagung, IAIN Ponorogo, IAIN Samarinda, IAIN Palangkaraya, IAIN Sultan Amai Gorontalo, IAIN Ambon, IAIN Manado, IAIN Dato Karama Palu, IAIN Parepare, IAIN Bone, IAIN Palopo, IAIN Kendari, IAIN Ternate, dan IAIN Fattahul Muluk Papua.
  • 7 STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) meliputi STAIN Sorong, STAIN Gajah Putih Takengon Aceh Tengah, STAIN Bengkalis, STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, STAIN Majene, STAIN Sultan Abdurrahman, dan STAIN Mandailing Natal.
*) Seiring dengan berjalannya waktu dan peningkatan kualitas PTKIN, ada kampus yang awalnya STAIN berubah menjadi IAIN, dari IAIN berganti menjadi UIN. Oleh karena itu jangan heran jika ada pergantian nama kampus namun bangunannya tetap. Contohnya, dulu namanya STAIN Pamekasan sekarang berubah menjadi IAIN Madura. Dulu IAIN Imam Bonjol kemudian berubah menjadi UIN Imam Bonjol Padang.

Jalur Masuk PTKIN

Ada beberapa jalur masuk PTKIN mulai dari SPAN-PTKIN, UM-PTKIN dan Jalur Mandiri. Secara singkat SPAN-PTKIN adalah jalur masuk melalui nilai raport dan sertifikat (bila ada) yang hanya bisa diikuti oleh siswa yang sekarang berada di kelas 12. Pendaftaran SPAN-PTKIN harus dikoordinir oleh Kepala Sekolah/Guru BK, kemudian siswa akan diberikan username dan password untuk login.
Baca juga: Sudah Verifikasi PDSS SNMPTN, Tapi Mau Daftar SPAN-PTKIN juga? Tunggu dulu...
UM-PTKIN adalah jalur masuk melalui ujian tulis dengan mengerjakan soal umptkin yang bisa diikuti lulusan 3 tahun terakhir (2017, 2018 dan yang akan lulus 2019). Khusus SPAN-PTKIN dan UM-PTKIN dilakukan serentak se Indonesia, sedangkan jalur mandiri sendiri setiap universitas memiliki jadwal pelaksanaan yang berbeda-beda. Info jalur mandiri biasanya terdapat di website resmi masing-masing kampus.
Baca juga: Soal UM PTKIN
Khusus UIN juga bisa masuk melalui SNMPTN dan SBMPTN. Beberapa PTKIN tertentu biasanya membuka jalur khusus/istimewa seperti jalur mandiri prestasi. Secara umum persentase kuota diterima masing-masing jalur masuk sebagai berikut: 
*) sedangkan sisa 10% tergantung kebijakan perguruan tinggi untuk menambahkan ke masing-masing jalur yang mana.
Baca juga: Jurusan SPAN-PTKIN
Mau jadi guru, ada fakultas tarbiyah. Haus ilmu tentang hukum Islam? ada fakultas syariah. Mau jadi dai kondang, ada fakultas dakwah. Mau mendalami filsafat, ada fakultas ushuluddin. Mau paham perkembangan Islam di Indonesia dan dunia, ada fakultas adab. Bahkan ada PTKIN yang membuka prodi sains dan teknologi, juga ada kedokteran, teknik informatika, dan farmasi.
Baca juga: 12 Alasan Mengapa Kamu Harus Kuliah di UIN Jakarta
Saat ini beasiswa kuliah juga sangat banyak. Tidak hanya bidikmisi, tapi juga banyak beasiswa lain seperti Beasiswa Peningkatan Prestasi dan Akademik (PPA), Beasiswa Tahfidzul Quran, Beasiswa Bank Indonesia, Beasiswa Supersemar, Beasiswa Darul Qur'an, Beasiswa Baznas dan beasiswa lain dari pihak swasta, organisasi, yayasan atau bahkan dari kampusmu sendiri. Intinya, biaya bukan lagi penghalang untuk kuliah. Tinggal bagaimana kamu aktif mencari informasi beasiswa kuliah yang cocok dan sesuai dengan kondisimu. Ada beasiswa kuliah bagi yang kurang mampu, ada beasiswa prestasi, ada beasiswa penelitian, beasiswa aktivis, dan masih banyak lagi jenis beasiswa kuliah.

Jangan menyerah dengan proses birokrasi dan pengurusan berkas yang kadang menguras waktu dan tenaga. Sabar, sabar dan sabar. Ngurusnya nggak lama kok. Jika merasa menyerah atau malas dengan berkas yang ribet, coba deh bayangkan manfaat beasiswa yang akan kamu dapatkan. Dengan begitu semangat untuk daftar beasiswa menjadi naik lagi. Tentu kamu tidak akan memberikan beban biaya kuliah kepada orang tua, kan? Makanya, yuk lengkapi semua berkas yang diminta dan jalani saja tiap seleksi beasiswa dengan maksimal. Ingat, bersakit-sakit dahulu berkuliah kemudian.


Ranking Webometrics PTKIN 2019

Webometrics adalah perangkat atau sistem untuk mengukur atau memberikan penilaian terhadap kemajuan seluruh universitas atau perguruan tinggi terbaik di dunia (World Class University) berdasarkan website universitas tersebut. Metodologi penilaian Webometrics adalah visibility berupa impact (50%) dan activity (50%) yang terdiri dari presence, openness, dan excellence. 

Berikut adalah pemeringkatan 25 PTKIN terbaik ranking PTKIN versi Webometrics diantara PTKIN seluruh Indonesia tahun 2019 sebagai berikut:
  1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  2. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang
  3. UIN Sultan Syarif Kasim Riau
  4. UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  5. UIN Walisongo Semarang
  6. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  7. UIN Alauddin Makassar
  8. UIN Sunan Ampel Surabaya
  9. IAIN Madura
  10. UIN Raden Fatah
  11. UIN Mataram
  12. IAIN Bengkulu
  13. UIN Jambi
  14. IAIN Kendari
  15. IAIN Syekh Nurjati Cirebon
  16. IAIN Padangsidempuan
  17. UIN Sumatera Utara
  18. UIN Ar Raniry Aceh
  19. UIN Banten
  20. IAIN Surakarta
  21. IAIN Langsa
  22. IAIN Salatiga
  23. IAIN Bukittinggi
  24. IAIN Tulungagung
  25. UIN Raden Intan Lampung

Sumber data: fanspage UIN Maulana Malik Ibrahim

*) ranking sifatnya naik turun setiap tahunnya.
Baca juga: Testimoni Mereka Yang Lulus UM PTKIN
Ranking tersebut ibarat hanya hitam di atas putih. Pada akhirnya kualitas mahasiswa atau lulusan yang lebih penting. Tidak perlu terlalu bangga atau minder terhadap ranking kampusmu. Biasa saja. Lembaga pemeringkatan pun tidak hanya dari Webometrics saja, karena masih ada lembaga pemeringkatan kampus versi lain. Beda lembaga pemeringkatan, maka hasilnya juga akan beda. Pasalnya, setiap lembaga pemeringkatan kampus memiliki metodologi yang berbeda-beda sehingga bisa jadi terdapat perbedaan pemeringkatan.

Apalah arti ranking kampus tinggi jika mahasiswanya tidak mau berusaha  sendiri menjadi mahasiswa yang berkualitas dan kompeten. Setuju?
Baca juga: Prospek Lulusan UIN/IAIN/STAIN
Sekian penjelasan mengenai pengertian PTKIN, jalur masuk PTKIN dan ranking PTKIN versi Webometrics 2019. Semoga bisa bermanfaat!


#AyoKuliahDiPTKIN
“Gerbang Masa Depan Insan Paripurna”

0 Response to "Apa itu PKTIN? Bagaimana Ranking Webometrics PTKIN 2019?"

Posting Komentar

Jadilah pembaca cerdas dengan memberikan komentar relevan dengan artikel.
Klik centang "beri tahu saya" untuk mendapatkan notifikasi balasan.
Terima kasih!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel