Pengalaman Ikut UM-PTKIN dan Lolos!

Pengalaman Ikut UM-PTKIN dan Lolos - UM-PKTIN atau biasa disebut dengan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri memang tidak setenar SBMPTN. Namun, tetap saja ujian masuk Universitas Islam Negeri/ IAIN/ STAIN itu juga butuh belajar agar bisa lolos. Memang tidak jauh berbeda dengan tes SBMPTN, bedanya UMPTKIN terdapat soal bahasa arab dan pengetahuan tentang agama seperti fikih, aqidah, hadist, bahasa arab, SKI dan Alquran' tafsir. 

UM-PTKIN 2017


Saat itu saya mendaftar di IAIN Tulungagung karena memang masih berada satu kota dengan alamat saya. UM PTKIN ini merupakan cadangan saya setelah SBMPTN. Saya tidak ikut SNMPTN dan SPAN PTKIN. SNMPTN tidak membolehkan jurusan kegamaan seperti saya yang pelajaran sehari-harinya (Bahasa Arab, Tafsir, Fiqih, Hadist, Aqidah, SKI, dst), jadi meskipun sempat punya beberapa piagam akhirnya harus merelakan tidak ikut SNMPTN. Kalau SPAN PTKIN ini tentu peluangnya besar bisa lolos apalagi saya jurusan Agama dan dari Madrasah Aliyah Negeri. Namun, meskipun nantinya saya lolos SPAN PTKIN waktu daftar ulangnya itu lebih dulu dari pada pengumuman SBMPTN. Takutnya sudah bayar daftar ulang SPAN PTKIN tapi keterima SBMPTN, kan sia-sia uangnya! Padahal target saya pengen ikut SBMPTN mencoba jurusan Ilmu Komunikasi, Universitas Airlangga. Jadi, lebih baik saya sejak awal tidak ikut SPAN PTKIN untuk memberikan kesempatan bagi mereka yang memang berniat masuk ke PTKIN.

Oleh karena itu, agar saya bisa kuliah saya harus ikut ujian tulis baik SBMPTN maupun UM-PTKIN. SBMPTN pun saya lintas jurusan. Dari jurusan Agama yang sama sekali tidak ada pelajaran IPS harus belajar IPS dari awal untuk mengalahkan anak-anak IPS yang sudah belajar IPS selama 3 tahun. Namun, selagi ada niat dan semangat saya yakin pasti bisa. Singkat cerita SBMPTN sudah berlalu, dan tinggal menunggu pengumumannya. Sambil nunggu pengumumannya makanya saya daftar UM-PTKIN buat jaga-jaga kalau saya tidak lolos SBMPTN. 


Saya pribadi belajar UM-PTKIN tidak sengotot belajar SBMPTN. Karena memang materi ujian UMPTKIN ibarat pelajaran sehari-hari saat di Madrasah Aliyah. Mungkin sama halnya ketika anak IPS/IPA ikut SBMPTN ya. Beruntung saat itu saya masuk sebuah grop diskusi di WhatsApp yang nyebar soal UMPTKIN gratis tahun lalu. Dari situ saya banyak belajar. Meskipun sejatinya soal-soal tahun lalu itu harus membeli tapi karena memang dikasih seorang teman di grop tersebut apa boleh buat, hehe. Jangan ditiru ya, karena melanggar hak cipta. 

Bagi kalian yang tidak ada basic agama, saya sarankan untuk pinjam buku anak-anak MAN terlebih yang jurusan Agama. Ya tidak semua kalian pelajari setidaknya kalian baca-baca aja. Saat tes UMPTKIN kemaren yang tersulit menurutku Bahasa Arab karena memang pelajaran ini yang paling sulit sih menurutku. Untuk soal Matematika dasar, TPA, dan soal jurusan (IPA/IPS) mungkin tidak terlalu berat ya, lebih sulit SBMPTN sih mungkin menurutku. Jadi, aku juga tidak rugi belajar SBMPTN Soshum karena di UMPTKIN pun ada soal IPS karena UMPTKIN aku ngambil Komunikasi dan Penyiaran Islam. 


Sempat ada dilema tentang sistem penilaian. Ada yang bilang salah min 1 (-1) ada yang bilang salah 0. Sempat simpang siur. Bahkan saya sempat tanya ke fanspage UM-PTKIN, tapi saya lupa jawabannya. Beruntung tahun ini sudah ada aturan jelas seperti yang terdapat digambar diatas, bahwa sistem penilaian um-ptkin adalah Salah 0, Benar +1, Tidak dijawab 0. Tips saya agar bisa lolos, adalah kuncinya belajar, berlatih dan fokus. Belajar adalah amunisi kalian. Berlatih adalah untuk mempertajam. Fokus untuk mengimbangi speed mengerjakan karena dalam ujian masuk perguruan tinggi tidak hanya dituntut untuk mengerjakan soal dengan benar saja namun juga cepat, terlebih lagi bagian TPA (tes potensi akademik) (Baca juga: Tips Ampuh Cara Mudah Menghafal Pelajaran Otak Kanan)

Bersyukur, akhirnya bisa Lolos SBMPTN pilihan pertama yakni Ilmu Komunikasi, Universitas Airlangga walaupun lintas jurusan dan belajar IPS dari 0. Dan tidak selang lama setelah pengumuman kelolosan SBMPTN, akhirnya juga lolos Komunikasi dan Penyiaran Islam IAIN Tulungagung. Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil yang SBMPTN.

Jadi gini strateginya:
Ikut tes SBMPTN dan UMPTKIN ! UMPTKIN ini buat jaga-jaga bila nanti tidak diterima SBMPTN karena pengumuman UMPTKIN setelah pengumuman SBMPTN. Nah, kalian juga bisa mendaftar di kampus swasta juga bila berminat. Tapi tetap perhatikan waktunya, karena ditakutkan sudah bayar di kampus swasta eh ternyata diterima di SBMPTN. kan sayang kalau uangnya di kampus swasta gak bisa diambil? Jadi perhatian timeline tes, pengumuman, dan daftar ulang. Agar bisa memprediksi itu.

Cek Kelulusan SBMPTN

Cek Kelulusan UM-PTKIN


Ada juga pengalaman lain seperti yang ada di chanel youtube tractablemuslimAMIN yang juga Lolos UM-PTKIN beserta cara jitunya simak video berikut ini:


Itulah pengalaman saya dan perjuangan dalam masuk perguruan tinggi negeri. Cerita ini saya buat untuk memotivasi dan memacu semangat kalian untuk bisa berkuliah. Jangan takut belajar dari awal. Bagi kalian yang dari SMA umum tapi ikut Tes UMPTKIN jangan pesimis dulu, itu seperti saya dari jurusan Agama Madrasah Aliyah ikut tes SBMPTN. Pada akhirnya tidak ada hasil yang menghianati usaha kalian. Jangan lupa berdoa kepada Alloh agar apapun perguruan tinggi kalian nanti itulah yang terbaik menurut-Nya. Semoga berkah dan bermanfaat cerita ini.

Baca juga: Perjuangan Lintas Jurusan, Akhirnya LOLOS

0 Response to "Pengalaman Ikut UM-PTKIN dan Lolos!"

Post a Comment

Jadilah pembaca cerdas dengan memberikan komentar relevan dengan artikel. Terima kasih !